Jika kamu berpikir, maka kamu tau. Jika kamu tau, maka tercipta kondisi dalam hati yg mendorong utk berbuat

Sunday, December 29, 2013

# Atheist, Evolution, and Islam

Sunday, December 29, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , , 2 comments
The best answer about evolution and atheisme (till now)
Every atheist and muslim should watch this.

Have you ever debated with atheist about evolution? here is the answer


Jadi ceritanya saya punya teman yang mengaku atheist (Ok langsung to the point). Tapi untungnya dia bersifat terbuka untuk berdiskusi. Nah langsung lah dimulai debat diskusi kami itu dengan memunculkan berbagai argumen. Seringkali beberapa teman membantu namun pembahasan tidak habis-habis. Perlu diketahui bahwa teman saya ini bukan tipe atheist debat kusir atau tipe atheist karena malas ibadah, tapi tipe dalam pencarian kebenaran (ini saya simpulkan setelah beberapa kali chatting sama si doi)

Setelah beberapa kali diskusi berlangsung lewat chatting facebook, saya mulai goyah dengan argumen-argumen saya sendiri karena kuatnya arguen-argumen doi tentang teori evolusi, dan akhirnya saya dipukul telak dengan perkataanya yg menganggap saya tidak mengerti teori evolusi. Lalu saya disuruh membaca buku The Greatest Show on Earth karya Richard Dawkins untuk memahami dulu teori evolusi dan akhirnya saya diberi pdf nya.


Akhirnya saya baca beberapa bab tapi langsung bosan ditambah lagi ada beberapa buku  yang harus segera saya baca juga. Rasa malas pun mulai menggerayapi. Tapi saya tidak putus asa. Saya yakin pasti di belahan bumi lain ada juga ilmuwan muslim yang sudah membaca buku tsb namun mempunyai argumen untuk menjawabnya.

Apa yang saya lakukan? tentu saja buka youtube. Pencarian pun dimulai dengan berbagai keyword tentang atheis, teori evolusi, dan islam. Akhirnya setelah nonton sangat banyak video dari kedua sisi, evolusionist dan islam (kira-kira 20 video ada kali), saya menemukan video di atas dari ilmuwan muslim favorit saya, Dr. Yasir Qadhi, yang memiliki jawaban paling sreg, paling best. SANGAT DIANJURKAN UNTUK DITONTON.


Well, intinya memang harus baca al Qur'an sendiri untuk merasakan mukjizatnya, karena mukjizat (miracle) tidak akan berasa mukjizat kalau tidak mengalaminya sendiri. Banyak lho kasus atheist barat yg menemukan jawaban memang gara-gara baca Qur'an langsung.

Tapi mungkin doi nanti berkata,"Lu aja gak mau baca buku yang gw kasih, kenapa gw harus baca buku yg lu kasih?"
Oke saya punya solusinya. Karena saya lihat video, maka solusinya tinggal cari saja video yang membahas tentang Qur'an di youtube. Sama saja kan seperti membaca sendiri, yang penting pesannya sampai. Sekarang kan sudah jaman digital, menurut saya al Qur'an dalam bentuk video adalah yang paling pas untuk anak-anak gaul jaman sekarang.

Monday, December 23, 2013

# Bukan Lagi Mimpi

Monday, December 23, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , No comments
http://www.pinterest.com/pin/440578776017116082/
Yap, mendirikan sebuah startup bukan lagi hanya sebuah mimpi. Perencanaan sudah dibuat, segera dikonsep, dan dibuat sistemnya, Insya Allah langsung bisa jalan. Mimpi memang akan terus menjadi mimpi bila diam saja. Tapi saat kita bicarakan ke orang lain, apalagi ke orang-orang yang tepat, bahkan serasa dibantu dan akan terlihat bisa menjadi nyata.

Yap, itulah gunanya teman, seperti quotes di atas. Yang awalnya hanya dari tugas kuliah, dimulai dari kelucuan mencari anggota kelompok, lalu dipertemukan ke orang yg gak dikenal utk jadi narasumber, dan akhirnya dapat beberapa proyek. Rejeki memang gak kemana. Apa yang sekarang kita dapatkan adalah hasil dari langkah kecil yang dulu kita pilih.

Ya, pilihan akan selalu ada. Kita yang hari ini adalah apa yang kita pilih hari kemari, kita yang esok hari adalah apa yang kita pilih hari ini.

Mari kita kerjakan dan buktikan pada orang-orang bahwa kita bisa mandiri dan kuat. Jika masing-masing orang, masing-masing kelompok bisa mandiri, maka negara ini dengan sendirinya akan menjadi negara mandiri.

Note : Recana 6 bulan ke depan





Sunday, December 8, 2013

# That Moment When You Realized

Sunday, December 08, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , , No comments

That moment when you realized that what is happening around you is the result of your pray. I mean everyday, every time when solat, you ask Him to show the straight path (Shirotol Mustaqim) or the sign and you keep complaining that you haven’t seen it, but one day you realized that everything that's goes on around is already the answer for it. Even if it seems a bad thing.

You just realized that it is the chance that Allah gives, to answer your pray.  It’s more logical that way just like in “Bruce Almighty”. When Allah wants to grant our wish/pray, He won’t just give it but he will make us worth to earn it. It’s the same as said in the Qur’an, Ar Ra’d (13:11) :
“Indeed, Allah will not change the condition of a people until they change what is in themselves

So I can conclude about that verse that Allah will give the chance, and we will do the change.

Thursday, December 5, 2013

# Zuhud

Thursday, December 05, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , No comments
Cerita yang menarik dari kultum subuh:

Dahulu kala, ada ulama yang ke mana-mana ceramahnya berbicara tentang zuhud. Bahwa hidup harus zuhud dan tidak boleh sombong. Suatu ketika, seorang jamaah nya bertamu ke rumah ulama ini. Dia terkejut dan heran mendapati di rumah sang ulama terdapat semua perabot yang lengkap. Ibarat jaman sekarang punya mobil, motor, TV, KUlkas, dan segala perabot.

Saat akhirnya mereka pergi meninggalkan rumah (ke mesjid atau kemana lupa), bertanyalah sang tamu,”Kenapa anda memiliki segala perabot yang lengkap padahal kemana-mana selalu ceramah tentang zuhud? Anda punya ini, punya itu”. Disebut segala jenis perabotnya.

Sang ulama menjawab dengan mengejutkan,”Itulah kamu. Walau sudah keluar rumah, kamu hafal setiap perabot yang saya punya. Sedangkan saya, sudah tidak ingat dan tidak peduli apa yang saya miliki. Zuhud itu bukan menjadi miskin dan tidak punya apa-apa, tapi tidak memasukkan ke dalam hati apa yang kita miliki di dunia. Sadarlah bahwa itu kepunyaan Allah dan dapat Allah ambil kapan saja.”

“Kita memiliki kemampuan untuk memperoleh barang-barang tersebut, itu tidak salah. Yang salah adalah kalau mencintainya dengan berlebihan. Sehingga jika ada yang kesulitan, maka akan saya berikan kepada orang yang membutuhkan. Juga saat kehilangan, ikhlas kan saja.

Diceritakan bahwa ulama dahulu memang kaya-kaya, tapi kekayaannya didapat dari berdagang, bukannya memasang tarif untuk ceramah. Bahkan sering mereka sendiri yang mengeluarkan hartanya.

Monday, November 25, 2013

# How IT Project Should Be Done (i think)

Monday, November 25, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , 2 comments

Setelah beberapa kali mengerjakan proyek IT berbasis website, kurang lebih inilah kesimpulan yang saya dapat. Beginilah idealnya dan seharusnya pembagian tugas pada sebuah proyek dan dikerjakan secara berurutan. Walaupun kenyataanya tidak saklek seperti gambar, tapi tetap harus ada pedoman agar bisa kembali ke jalan yang lurus bila sudah belok menyimpang.

Bahkan kalau tidak mengikuti pedoman di atas, beuh rasakan sendiri deh susah dan semrawutnya. Untuk developer, jangan lupa pakai versioning tools seperti bitbucket. Ini sangat membantu karena tidak perlu membuat folder 1.0, folder 1.1, sampai 1.10 yang akan menghabiskan memory. Jangan lupa untuk kunjungi website kami juga ya di sini

Monday, November 18, 2013

# Lauh Mahfuzh.exe A.K.A. Takdir

Monday, November 18, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , , 1 comment
Belajar di bidang informatika membuat saya mendapat pandangan baru tentang takdir Allah. Saya terpikir tentang kode programming dan algoritma. kalian yang belajar hal-hal itu juga harusnya terpikir.

Allah menyebutkan bahwa seluruh takdir manusia dan alam semesta sudah tertulis di Lauh Mahfuzh, Benar? lalu buat apa lagi kita berusaha? let it flow aja sesuai takdir. Tapi tidak begitu kawan. Pernahkah kalian berfikir bahwa mungkin Lauh Mahfuzh  adalah script kode program alam semesta? di situ akan tertulis if, then, else dari seluruh kejadian.

Misalkan saja game the sims. Bagi yang belum tahu, game itu dibuat dari tulisan kode program yg hanya berisi if, then, else. Nah kehidupan nyata juga pasti seperti itu. Jadi kalau Allah bilang takdir kita sudah tertulis di Lauh Mahfuzh, maka bisa dikira-kira yang tertulis adalah kode-kode program yang menentukan hasil dari pilihan-pilihan hidup kita.

Yang berlatar belakang informatika pasti sadar betapa kompleksnya kode program The Sims. Bisa dibayangkan dong kode program kehidupan A.K.A Lauh Mahfuz. Jadi perkataan Allah tentang semua kejadian sudah tertulis di Lauh Mahfuzh sangat masuk akal. Bayangkan Luah Mahfudz adalah kode program yang ditulis Allah. That's it. Dan yang perlu kita lakukan bukan let it flow, tapi memenuhi kondsi-kondisi if dalam program.

Tuesday, November 5, 2013

# Komik Horor Korea Keren, Sport Jantung

Tuesday, November 05, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , No comments

Sekali-kali bolehlah refreshing kalau sedang bosan. Saya punya beberapa referensi untuk melakukan sport jantung. Nggak terlalu parah kok, tapi serunya dapet banget. Walaupun sayangnya buatan korea. Pinginnya sih Indonesia punya yang kayak ginian, yah untuk sementara ini dulu aja deh. Silahkan dilihat dan dinikmati:

1. satu
2. dua
3. tiga

Nanti kalau ada update dari websitenya akan saya perbarui daftar di atas

Wednesday, October 30, 2013

# Golput

Wednesday, October 30, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , No comments
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10202033582699637&set=a.1358572442875.2047965.1188429806&type=1&theater
kalau saya bilang
"golput itu membiarkan keburukan berkuasa. Sama dengan membiarkan paku di tengah jalan yang akan terinjak orang"

menurutmu bagaimana?

Monday, October 21, 2013

# Kok Takut Hantu dan Percaya Gitu-gituan Sih? Aneh...

Monday, October 21, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , , No comments


Saya benar-benar heran dan gak habis pikir. Ada suatu saat ketika SMA, saya bersama teman-teman sekelas jalan-jalan ke Gua Belanda-Gua Jepang. Tempat ini pernah masuk dalam acara misteri di TV dan katanya angker. Mulailah salah satu teman yang mengaku bisa melihat makhluk halus menunjukkan raut muka yang aneh seperti ketakutan gak jelas. Dia berkata bahwa di tempat yang kami lewati tadi ada makhluk-makhluk penunggunya.

Halllooow, c'mon, ayolah guys. Ini sangat tidak masuk akal. Saya tegaskan bahwa saya gak percaya yang gitu-gituan. Terlalu tidak masuk akal. Terlalu banyak hal yang tidak bisa memuaskan logika dan akal sehat saya. Misalnya saja kalau memang dia bisa melihat makhluk halus itu, kenapa tidak ditanya masalah-masalah gaib lain? misalnya bagaimana caranya nabi Musa membelah laut? atau bagaimana nabi Sulaiman memindahkan tahtanya dalam sekejap? atau apa rahasia presiden SBY / Obama yang tidak ingin dibongkar? tapi nyatanya semua itu tidak bisa dilakukan. Jadi kesimpulan saya, jelas dia bohong.

Sebenarnya sama saja seperti santet-santet, atau ramal-ramalan. Kenapa tidak minta santet presiden amerika? kan lumayan kalau setiap yang jadi presidennya kita santet, amerika akan hancur, jadi kita tidak bisa dijajah. Perang di Palestina pun siapa tahu bisa berhenti. Harusnya yang punya kemampuan-kemampuan seperti itu dimanfaatkan dong untuk kemajuan bangsa. jangan cuma bantu orang yang ingin naik jabatan saja. Bantulah orang Indonesia biar jadi bosnya PBB, atau bosnya Bank Dunia. Kalau begitu kan lumayan mengharumkan nama bangsa.

Tapi nyatanya? NIHIL bin KOSONG. Hal-hal seperti itu tidak dilakukan. Alasan sebenarnya sih pasti tidak bisa. Kesimpulannya? PASTI BOHONG. Hal-hal begituan JELAS bohong. Aneh... Tapi masih saja banyak yang percaya...

Makannya saya senang ketika kemarin ada adik kelas yang bertingkah keren. Ketika sebuah rapat, dia (Reza) duduk-duduk di pintu. lalu terjadiadilah percakapan dengan teman saya yang lain (Reni) kurang lebih seperti ini:

Reni       : Kok kamu duduk-duduk di pintu?
Reza       : Biasanya orang tua bilang apa kalo sering duduk-duduk di pintu?
Reni       : Kan nanti susah jodoh
Reza       : Nah itu. 
Reni       : Loh kok?
Reza       : biar ada tantangan gitu kak... Masa cari jodoh nanti gampang banget...
Reni       : !@#$%^&*?...

# Paradigma Pendidikan yang Aneh

Monday, October 21, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , 2 comments
Masih ingatkah saat kita masih kecil, apa yang membuat orang tua kita bangga? 
"Wah hebat, adek udah bisa jalan" 
"Wah hebat, adek udah bisa ngomong"

Ketika sudah lebih besar sedikit memasuki usia TK, apa yang dibangga-banggakan orang tua kita?
"Wah hebat, adek udah bisa Menghitung 1 sampai 10"
"Wah hebat, adek adek udah hapal a-z"
"Wah hebat, hebat adek udah bisa menggambar, dan menyanyi"

Saat sudah memulai SD, 
"Wah hebat, adek udah bisa membaca"
"Wah hebat, adek udah bisa menulis"
"Wah hebat, adek udah bisa tambah kurang kali bagi"

Tapi apa kata orang tua kita setelah itu? mulai kelas 4,5,6 SD juga saat SMP, apalagi SMA. Apa yang dipermasalahkan orang tua kita?
"Dek, nilaimu dapet berapa?"
"Dek, dapet ranking berapa?"


Apakah anda bisa melihat perbedaannya?

Dari mulai kita kecil, kemampuan kita sudah dapat diakui oleh orang tua kita, tapi anehnya saat tingat pendidikan kita semakin tinggi, yang dipertanyakan sudah bukan kemampuan (ability, skill, capability). Fokusnya sudah berubah menjadi mencari nilai dan status sedangkan isi, konten, dan intisarinya sudah tidak berarti. Sampailah pada tingkat kuliah, yang dipermasalahkan adalah IP dan nilai ujian. Bukannya pretasi atau kemampuan apa yang telah dipelajari di kuliah sehingga bisa melakukan atau membuat sesuatu. Bahkan yang lebih parah kalau sampai sudah dewasa, yang dipermsalahkan adalah berapa gajinya, seberapa besar rumahnya, punya mobil berapa. Bukannya bertanya apakah hidupnya bahagia, atau sudah berbuat apa pada negara?

Kenapa ini bisa terjadi ya? entah sadar ataupun tidak, kebanyakan orang tua pasti begini. Setidaknya berdasarkan yang saya lihat terhadap orang-orang di sekitar saya. Padahal ketika sudah mati, apakah hal-hal yang dipermasalahkan di atas akan berpengaruh? nilai, ranking, jabatan, gaji, rumah, mobil. semua hal itu tidak akan berpengaruh pada pengadilan di akhirat. Nilai rapot, atau nilai ujian kita tidak punya 'nilai' yang sebenarnya jika tidak di praktekkan. Yang akan menyelamatkan kita bukanlah apa yang kita miliki atau kita capai, tapi apa yang sudah kita lakukan. Gampangnya hidup kita ini dipakai buat apa?

Nb: Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat juga saat saya sudah menjadi orang tua nanti

Friday, October 4, 2013

# Bank, Riba, dan Konspirasi Dunia

Friday, October 04, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , No comments
Sebuah cerita yang layak dibaca untuk kalian yang bingung kenapa banyak orang bilang kalau sistem Bank itu RIBA.

Tulisan di sini sangat masuk akal dan mudah dipahami, jadi tidak perlu takut atau curiga. Bacalah dengan pikiran jernih, bacalah dengan pertanyaan dalam hati "kenapa sistem Bank bsia RIBA?"

Silahkan menikmati:
http://pohonbodhi.blogspot.com/2008/11/saya-menginginkan-seluruh-dunia-plus-5.html


nb: maaf repost dari blog orang, tapi sangat worth it untuk dibaca.

Ada juga versi videonya yang kurang lebih menceritakan hal yang sama:

Thursday, September 26, 2013

# Paradigma

Thursday, September 26, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , , No comments

Paradigma berpikir mengubah perilaku dan kehidupan kita. Apapun yang terjadi, ingatlah bahwa itu semua adalah ujian dari Allah. Jangan lupa bahwa tujuan akhir kita adalah akhirat. Yang harus kita kejar bukan dunia, tapi akhirat.

Wednesday, August 7, 2013

# Yang Menarik dari Ramadhan

Wednesday, August 07, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , No comments
Ada satu hal yang baru saya sadari dalam Ramadhan kali ini. Sebenarnya sadaranya sudah di hari-hari awal, tapi baru sempat ditulis sekarang. Apakah itu?


Yak, saya sadar bahwa dgn menyuruh kita berpuasa, Allah ingin menunjukkan bahwa kita bisa hidup tanpa makan. Masih bisa melakukan aktivitas dan mengejar mimpi tanpa memikirkan kebutuhan yang kata orang paling penting, yaitu makan. Bahkan karena tidak usah memikirkan tentang makan, kita jadi bisa lebih fokus pada aktivitas super kita. Ini cuma masalah tekad, seperti kata Pak Budi Raharjo dalam blognya. Dan intinya, untuk mengejar mimpi / tujuan hidup, kebutuhan akan makan ini sangat tidak penting dan tidak mempengaruhi karena keingingan untuk makan hanyalah nafsu.

Sebenarnya makan sedikit saja saat buka sudah cukup, seperti yang dilakukan nabi Muhammad, yang menurut hadits hanya dengan kurma, dan berhenti sebelum kenyang. Tapi kadang kita ingin makan lebih banyak, lebih dari cukup. Dan ternyata setelah dipikir-pikir, keinginan tersebut memang hanya nafsu, yang harusnya kita kontrol. Coba deh pikir baik-baik.

Lalu orang banyak berkata kalau sudah masalah perut, otak ga bisa jalan, iman bisa tergadaikan, dll. Ah itu semua omong kosong. Itu sih orang-orangnya saja yang tidak mau mikir, tidak mau beriman dengan teguh, kalah dengan nafsu. Sekali lagi ini cuma masalah tekad.

Tekad yang kuat muncul dari percaya akan janji Allah. bukankah itu arti iman? Jadi saya kira yang dapat disimpulkan dari banyaknya iman yang tergadaikan karena alasan kelaparan adalah orang tersebut tidak percaya dengan janji Allah atau tidak tau apa yang Allah janjikan.

Tuesday, August 6, 2013

# Cepat atau Lambat

Tuesday, August 06, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi No comments
Mati itu pasti. Cepat atau lambat, apa bedanya? mending persiapkan amalnya. Mau masuk surga apa neraka?

Hidup mandiri / sendiri itu pasti. Cepat atau lambat, apa bedanya?  Mending latihan dari sekarang. Mau susah sekarang atau nanti?

Nikah itu pasti berkah. Cepat atau lambat, apa bedanya? mending disegerakan. Mau dapet pahala apa dosa?

Monday, July 29, 2013

# Bubarkan FPI !!!

Monday, July 29, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , No comments
Sebuah random thought

Saya curiga mereka-mereka yang mendukung pembubaran FPI adalah korban propaganda media "pesanan".

Kalau memang tidak suka dengan tindakan-tindakannya yang brutal, komentar yang muncul harusnya sejenis ini: "tindak preman FPI !!!", "ganti ketua FPI !!!", atau "hukum anggota FPI !!!, tuntut di pengadilan !!!".
Bukannya "bubarkan FPI !!!"


Apa anda-anda yang menginginkan pembubaran FPI tidak sadar? tidak tahu apa yang diperjuangkan FPI? misalnya pelarangan menjual minuman keras,  penutupan tempat-tempat hiburan malam. Kalau FPI bubar, siapa yang akan melakukan usaha anti maksiat ini? anda? bisa apa anda? atau mau menyerahkan saja ke Pemerintah/aparat yang hasilnya tidak kunjung bisa dilihat seperti janji-janji pemilu?

Bolehlah ribut-ribut "bubarkan FPI", tapi pikirkan dulu dong kelanjutan tindakan tersebut. Siapa yang akan menertibkan kemaksiatan di masyarakat? kalau pertanyaan ini sudah ada jawaban konkritnya, baru deh silahkan bubarkan FPI, karena memang kalau masalah kemaksiatan ini sudah terarasi, buat apa lagi ada FPI?

Makannya saya curiga karena kalau dipikir, jika memang benar pembubaran FPI terjadi, akan ada pihak-pihak "tidak baik" yang senang, pemerintah dan aparat tidak bekerja, kemaksiatan merajalela, bangsa makin rusak. Anda mau seperti itu? Sepertinya bakal ada yang senang jika kita jadi seperti itu...

Wednesday, July 24, 2013

# Apa Nggak Kepikiran?

Wednesday, July 24, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , No comments
Kenapa orang-orang gak kepikiran ya?


Hal-hal di bawah ini harusnya cukup untuk menggelitik orang untuk berpikir bahwa ada seusatu dengan Islam, atau bahkan mulai terpikir Islam itu memang sebuah kebenaran.

Misalnya:

1. Kenapa ada buku yang bisa dihapal cover to cover bahkan oleh anak kecil?
Memang begitulah faktanya, Al Qur'an dihapal oleh banyak orang, dari anak kecil - dewasa, baik orang arab maupun bukan, bahkan kebanyakan penghapal Qur'an bukan orang arab. Bayangkan, dari awal sampai akhir, terurut, hapal setiap kata. Bukankah tidak ada buku lain yang bisa dihapal seperti itu?

2. Muhammad tidak meminta reward apapun baik wanita, tahta, ataupun harta.
Sang pembawa ajaran Islam, bukan penikmat wanita seperti Hugh Hefner si bos Playboy, tidak tinggal di istana, dan bukanlah orang kaya. Bahkan seringnya beliau hanya makan kurma dan minum air. Bandingkan dengan raja-raja, Paus, atau penguasa-penguasa yang pernah ada.

3. Orang-orang yang menyanggah Islam atau Muhammad pasti dengan kebencian
Kalau diperhatikan pasti nadanya menghina atau menjatuhkan, bukannya menunjukkan kesalahan ajarannya dengan argumen rasional atau kepala dingin. Misalnya yang menuduh Muhammad pedofili, pasti tidak mempelajari dulu sejarah hidupnya atau alasan dibalik pernikahan-pernikahan beliau. Coba deh, kalau ada yang mau menyanggah Islam atau Muhammad message saya kalo misal takut ngomong di publik. atau kasih tau saya kalau ada yang menyanggah ajaran islam dengan kepala dingin.

4. Ayat-ayat Al Qur'an banyak yang terbukti oleh fakta ilmiah
Contohnya adalah konsep relativitas, penurunan hujan, pekembangan manusia dalam janin, dll. Hal ini sejauh yang saya tahu tidak terjadi pada kitab-kitab agama lain.

Saturday, July 20, 2013

# Meetup Startup IT

Saturday, July 20, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , 1 comment
Akhirnya bisa nulis tentang ini karena fotonya baru dikirim dari teman, hehe. Jadi ini adalah cerita saat acara startup meetup yang diadakan TechinAsia di ITB kemarin, yang sempat saya singgung di post yang ini.

Saya pertama kalinya ikut acara meetup2 seperti ini, karena baru-baru ini saya punya keinginan untuk membangun startup. Ternyata, yang saya dapati dalam acara ini adalah orang-orang hebat, mantap sekali mereka, yaitu startup2 dari negara lain. Ada TechinAsia, startup dari singapore yang menjadi host acara ini. Walaupun kelihatannya cuma 3 anak muda yang slengean, tapi sampai-sampai Bu Ayu, kaprodi IF bilang bahwa mereka adalah salah satu startup yang berhasil di Singapura.


Dan saat sesi makan siang, saya sempat ngobrol dengan salah satu personlnya, Minghao. Iseng aja bertanya-tanya tentang startup mereka, dan pertanyaan yang paling saya anggap cukup nyolot adalah,"How can you earn money?"

Untung dibalas dengan "nice question". Habis saya sangat penasaran, yang saya ketahui TechinAsia ini hanya sebuah portal/media yang menampilkan segala berita yang berbau startup dari asia (lihat saja website nya), tapi Bu Ayu sampai menganugerahi sebagai salah satu startup yang berhasil. bagaimana bisa ya?

Ternyata Minghao menjawab bahwa mereka mendapat pemasukan dari iklan, kerja sama dengan perusahaan besar, dan dengan mengadakan acara-acara meetup seperti ini. Mungkin sebagai event organizer. Lalu saya pikir hmm boleh juga ya, hanya dengan model begitu, mereka bisa berhasil.

Bu Ayu seadang ngobrol dengan orang-orang Singapore dari vserv dan Samsung

Lalu ada juga startup dari india, vserv yang mempunyai ide untuk membungkus apps dengan iklan. Konsepnya seperti memberi cover halaman pada majalah untuk menampilkan ads (iklan). Mungkin seperti iklan di awal youtube, tapi yang dikerjakan vserv adalah gambar, bukan video. Dan ternyata kiprah mereka sudah luas sekali sampai menjangkau developer di vietnam.

Orang India nya sendiri saat presentasi omongannya sangat susah ditangkap karena aksennya yang Inggris-India. Agak lucu juga sih kalau dengar langsung. Bahkan teman saya, Indra (IKP) yang mirip orang india pun kewalahan mencerna presentasinya.

Programmer dari India saat mengajari kami cara menggunakan program buatan vserv. Coba lihat keningnya, benar-benar khas orang India. Bersama teman saya (dari kiri ke kanan): andy, IKP, Raosan.

Lalu dari Samsung yang sedang mempromosikan toko digitalnya, Samsung Appstore, dan memperkenalkan teknologi barunya, SPen yang digunakan dalam Galaxy Note. Saat ini Samsung sedang gencar-gencarnya mendekati para developer, terbukti beberapa waktu lalu juga ada acara dari Samsung. Tapi saya kurang tertarik karena beliau memberi materi teknis (kodingan) tentang cara kerja SPen, yang saya rasa IF banget, padahal saya kan STI, hehe.

Dalam acara ini mata saya terbuka. Satu Pelajaran yang saya dapat, ternyata di luar sana sudah banyak orang yang gila-gilaan kiprahnya di dunia IT. Dan ternyata di asia tidak terlalu kalah dengan silicon valley. Jadi semakin tertantang...

Saturday, July 13, 2013

# Enlighten Mind [Part 3]: First Time to Know Dakwah

Saturday, July 13, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , 2 comments

Saat yang paling berkesan di tingkat 1 TPB di ITB, yaitu saat pelantikan kader gamais, oasis camp di sebuah gunung (situ lembang). Tempat paling dingin yang pernah saya kunjungi.

Sesi yang paling berkesan adalah saat sesi dari kang Rendy Saputra. Dari sinilah saya pertama kali tahu tentang apa itu dakwah. Pembawaan kang Rendy sangat asik , materinya sangat masuk, memang piawai sebagai motivator. Kurang lebih ada 5 poin penting tentang dakwah dari kang Rendy:

1. Transformasi
Dakwah itu sebenarnya proses mentransformasi diri -> keluarga -> masyarakat. Artinya untuk mengubah hal-hla yang lebih besar, dimulai dari mengubah diri sendiri. Dan ketiga hal itu adalah sebuah proses yang dijalani terus menerus tanpa menghilangkan salah satu poin.

2. Dakwah Bertahap
Dalam melakukan dakwah, yang harus diperhatikan adalah tahapannya, agar pesan yang ingin kita sampaikan lebih mengena dan orang yang kita dakwahi lebih empati, bukannya antipati. Tahapannya sendiri yaitu
Aku aman bagimu -> aku nyaman bagimu -> aku bukan ancaman bagimu
Buatlah supaya orang yang kita dakwahi punya perasaan seperti ini.

3. Presepsi Mengubah Diri
Kita adalah apa yang kita pikirkan. Presepsi kita tentang suatu hal bisa positif atau negatif, tergantung pada kita, dan akan mempengaruhi perbuatan kita terahadap hal tersebut dan cara berdakwah. Makin sering kita mengasah presepsi tentang suatu hal supaya jadi positif, maka diri kita juga akan menjadi pribadi yang positif.

4. 100% Will to Tell
Dakwah itu menyampaikan, jadi dalam menyampaikan sesuatu harus 100% semangat dan niatnya. Seperti saat ingin menyampaikan suatu rahasia yang seru, atau saat ingin menceritakan episode kartun yang terlewat oleh teman kita. Pokoknya harus benar-benar niat untuk ngasih tau sesuatu.

5. Langkah Dakwah
Mirip dengan nomor 2, ada tambahan tips agar dakwah kita didengar orang :
Mapan -> Melayani & Membantu -> Mendekati dengan keceriaan -> Memberi tahu kebenaran

Bersambung...

Thursday, July 11, 2013

# Enlighten Mind [Part 2]: Belajar dari Bos Bank Mandiri

Thursday, July 11, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , 2 comments
Alhamdulillah, kala itu akhirnya berhasil masuk ITB. Penyambutan mahasiswa baru pun dilakukan oleh pihak universitas, salah satunya dengan cara seminar di sabuga mengundang dirut Bank Mandiri, Bapak Zulkifli Zaini (kalau tidak salah ingat).


Yang paling saya ingat dan saya yakin melekat di ingatan banyak orang juga, adalah saat sesi tanya jawab. Seorang perempuan, Nurafni Eka, yang sekarang menjadi teman sejurusan diberi kesempatan untuk bertanya. Tapi tak diduga, yang disampaikannya bukan pertanyaan, tapi malah keluhan, langsung ke muka sang dirut, dihadapan 3 ribu mahasiswa baru.

Teman saya ini mengeluhkan pengalamannya yang tidak menyenangkan saat membuka rekening tabungan. Gaya bicaranya sangat curhat, membuat saya sangat antusias dan penasaran bagaimana cara sang direktur menghadapi situasi seperti ini. Yang saya bayangkan jika saya di posisi beliau saat itu adalah sangat malu dan dipermalukan, karena saat sesi sebelumnya, beliau cerita bagaimana Bank Mandiri menjadi Bank nomor 1 di Indonesia. Tapi sekarang malah dikorek kelemahannya terang-terangan di hadapan orang banyak.

Ternyata jawaban sang dirut sangat diluar dugaan. Bukannya jawaban ngeles (yang saya duga bakal dilakukan). Ada 3 poin penting saat beliau menjawab kurang lebih seperti ini:

1. Terima
Ternyata beliau tidak ngeles sama sekali, bahkan malah menerima komplain tersebut. Saya lupa redaksinya tapi intinya beliau menerima dan minta maaf, bukannya ngeles.

2. Puji Secara Tidak Langsung
Setelah minta maaf, beliau malah memuji keberanian Eka untuk melakukan komplain, tapi memujinya secara tidak langsung. Yang saya dapat intinya adalah beliau sedang merubah suasana hati Eka yang sepertinya sedang kesal.

3. Serang Balik dengan Cara Mengambil Dukungan Publik
Setelah suasana hati agak berubah, saatnya serangan balik. Beliau menampakkan kembali kehebatan Bank Mandiri dan menjelaskan beberapa hal, tapi punch linenya adalah dengan mengatakan,"Tanpa kritik anda, mungkin kami tidak akan menjadi yang terbaik lagi tahun depan."

Dan tanpa disangka, diakhir sesi ternyata Eka mendapatkan hadiah uang tunai 2 juta rupiah (wow). Terima kasih Pak dirut dan Eka, telah memberi saya pelajaran yang sangat berharga. Ternyata ada liputan dari media di sini

Bersambung...

Monday, July 8, 2013

# Perbedaan Awal Ramadhan

Monday, July 08, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , 2 comments
Kalau dipikir-pikir, perbedaan cara penentuan 1 Ramadhan bukanlah sebuah perbedaan yang saling menjatuhkan, tapi saling membangun. Bahkan ini membuktikan bahwa Islam itu Rahmatan lil 'Alamain, bisa dipraktekkan oleh siapa saja.

Bila di suatu wilayah atau negara tidak ada yang bisa ilmu astronomi yang maju, penentuan 1 Ramadhan bisa dilakukan dengan Rukyat (melihat langsung), sedangkan di wilayah/negara yang sudah maju teknologi astronominya, dapat menggunakan metode hisab (perhitungan).

Kedua metode tersebut ada dalil dan dasarnya (sumber bisa dicari di google). Sehingga tidak masuk akal bila yang mungkin benar hanya 1 metode  saja. Hal ini juga membuktikan bahwa penentuan metode hanya masalah kondisi di wilayah tersebut, dalam segala hal, baik  kondisi SDM maupun teknologi. Saya setuju dengan perkataan ustadz Felix Siauw:


Poinnya memang di situ, bahwa metode-metode tersebut tidak ada yang salah, melainkan saling melengkapi sesuai kondisi. Misalkan saja di negeri-negeri afrika yang sepengetahuan saya tidak punya teknologi dan ilmu astronomi yang maju, maka mereka tetap bisa menentukan 1 Ramadhan, tidak perlu pusing, cukup pakai metode rukyat (melihat langsung). Sedangkan bagi misalnya di Indonesia yang sudah punya professor-professor astronomi, akan lebih meyakinkan bila menggunakan metode hisab (perhitungan).

Bagi saya, karena saya orangnya juga eksak, maka saya pilih yang metode hisab saja. Sperti kata ustad Felix Siauw, bebas pilih yang mana asal tahu ilmunya, dan tidak ada metode yang salah.

# Enlighten Mind [Part 1]: Yakin, Tutup mata

Monday, July 08, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , No comments
Ini adalah cerita saat kelas 3 SMA. Saat-saat yang paling menegangkan dalam hidup, karena akan lulus SMA dan was-was apakah akan keterima di universitas yang diharapkan atau tidak. Saat-saat sperti ini memang seperti magic. Jadi lebih rajin ibadah dan berdoa demi meminta pertolongan pada Allah.

Salah satunya adalah saat saya ikut sebuah acara di sebuah masjid. kalau tidak salah itu adalah acara do'a bersama untuk SMA di bandung supaya lulus UN. Yang menarik dalam acara tersebut adalah ceramah yang disampaikan oleh seorang ustadz.

Yang paling saya ingat adalah game ini. Coba anda lakukan  apa yang saya tuliskan:

1. Buka kedua tangan anda dan posisikan seperti saat berdoa
2. Lihat garis tagan di telapak tangan, dan satukan, samakan posisinya
3. Tutup kedua tangan sehingga membentuk posisi seperti "amitaba"
4. Lihat posisi jari tengah, pasti tingginya sama
5. Tutup mata anda, bayangkan, visualisasikan jari tengah tangan kanan anda menjadi lebih panjang, sangat panjaaaang, samapai panjang tertentu yang masih bisa anda bayangkan.
6. Lepas kedua tangan anda, lalu buka mata
7. Sekarang lakukan kembali langkah ke 1 - 4 dan lihat hasilnya

Dari situ, pak Ustadz menjelaskan bahwa apa yang kita harapakan dan doakan pada Allah sangat mungkin terwujud jika kita meyakini dengan sangat seperti yang kita lakukan pada game di atas. lalu beliau cerita pengalaman-pengalaman kenalannya yang berhasil melakukan rumus tersebut. Rumus apakah itu?

1. Ucapkan Insya Allah
2. Tutup mata, yakini, seperti pada game
3. Sedekah

Bersambung...

Saturday, July 6, 2013

# PeDe aja

Saturday, July 06, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , , No comments
“Wahai Rasulullah! Bukankah kita berada diatas kebenaran; mati ataupun hidup?”.

Beliau Shallallâhu ‘alaihi wasallam menjawab: “tentu saja! Demi Yang jiwaku berada ditanganNya, sesungguhnya kalian berada diatas kebenaran; mati ataupun hidup”.

Lalu aku berkata: “lantas untuk apa bersembunyi-sembunyi? Demi Yang telah mengutusmu dengan kebenaran, sungguh kita harus keluar (menampakkan diri).

Potongan kalimat di atas adalah perbincangan antara Muhammad Rasulullah SAW dan Umar bin Khattab dari film serial Omar episode 8 yang pernah ditayangkan di TV saat sahur, dan dikonfirmasi dengan hadits.

Saat itu, Umar baru masuk Islam, padahal tadinya kafir dan paling keras memusuhi Islam. Setting percakapan tersebut adalah saat Islam masih dimusuhi mayoritas orang arab, masih banyak penindasan pada orang-orang Islam, sehingga solat saja masih sembunyi-sembunyi untuk menjaga rahasia identitas Islamnya.

Sangat merinding mendengar kalimat seperti itu dari Umar. Benar-benar hebat. Begitu takjub saat orang hebat masuk Islam. Tapi memang benar perkataan Umar. Satu yang dapat diambil pelajaran adalah bahwa kalau memang apa yang kita lakukan adalah hal yang benar, tidak perlu ada yang disembunyikan dan ditutup-tutupi.


Ngomong-ngomong bagi yang mau nonton serial lengkapnya, saya punya lho. Bisa diminta kalau mau. Total 30 episode cuma 3GB kok...

Saturday, June 29, 2013

# Analogi iPad

Saturday, June 29, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , , , No comments


Dari diskusi dengan seorang teman (lagi)...

Kami berdiskusi tentang pentingnya / pentingkah solat jamaah di mesjid tepat waktu? karena yang selama ini saya tahu hal tsb adalah sunnah. Yang atinya bagi kebanyakan orang adalah kalau dikerjakan dapat pahala, kalau ditinggalkan tidak apa-apa. Sedangkan kata teman saya tersebut hukumnya wajib. Terjadilah perdebatan sengit diantara kami.

Saat itu saya berdiskusi di atas motor, mengantarnya ke terminal. Dan kata-katanya di akhir pembicaraan, saat sudah saya turunkan dari motor ketika akan berpisah adalah ,"emangnya kamu kira solat cuma penggugur kewajiban? ngga percaya bakalan dapat pahala lebih kalau berjamaah di mesjid? padahal pernah nulis tentang ciri-ciri orang beriman..."

what!!! meeen, apa-apaan ini. Masa saya menelan ludah sendiri? oke.. let's see. Dan mulai saat itu , saya coba untuk solat di mesjid setiap mendengar azan.

Dan beberapa saat ini, saya baru 'ngeh' perkataan seorang pembicara di sebuah ceramah, kang Dito, bahwa sunnah itu ketika tidak dikerjakan, bukannya tidak apa-apa, tapi RUGI. Dan saya baru saja dapat perumpamaan yang cocok. Tentunya semua orang tahu bahwa solat berjamaah itu 27x lipat pahala dari solat sendiri. Tapi mungkin banyak yang tidak 'ngeh' dengan hitung-hitungan ini.

Mari kita ibaratkan begini:
Ada seorang yang iseng, membuat tantangan bahwa dia akan menjual iPad yang baru, masih dalam kotak dengan harga hanya Rp 27 ribu, dengan syarat kita solat berjamaah di mesjid tepat waktu. Jadi setiap kita solat jamaah, dia rela menjual barang baru apapun dgn harga Rp 27 ribu, bahkan rumah mewah sekalipun.

Nah, dari perumpamaan di atas, terasa kan betapa ruginya kita kalau meninggalkan solat jamaah? bahkan cara memanggilnya adalah "hayya 'ala Solah, hayya 'ala Falah""mari kita solat, mari meraih kemenangan". saya rasa perumpamaan seperti itu  adalah yang paling pas menggambarkan maksud kang Dito tentang sunnah solat berjamaah yaitu kalau dikerjakan dapat pahala, kalau ditinggalkan, kita yang RUGI. rugi pake banget, jadi RUGI BANGET

PS: Sebenarnya ada motifasi lain kenapa akhirnya saya mau solat jamaah di mesjid, yaitu sebagai latihan agar menjadi kebiasaan saat sudah nikah nanti :D

Friday, June 28, 2013

# When Your Code Works

Friday, June 28, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , No comments

Saat-saat yang sangat memuaskan. Saat akhirnya kode kita jalan sesuai keinginan, wooooooo, yeaaaaaah wuuuuuuuuuu. Seperti mendapat kepuasan batin tersendiri. Perasaan yang didapat saat moment seperti inilah yang membuat saya masih tahan ngoding. Saat dimana hasil kerja keras berhasil setelah berusaha dengan usaha sendiri memang terasa nikmatya.

Tuesday, June 25, 2013

# Sempurna

Tuesday, June 25, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , 6 comments

Hari ini baru saja berdiskusi dengan seorang teman. Dia bertanya kenapa saya percaya Al-Qur'an. Saat saya jawab karena Al-Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang paling masuk akal, dia sedikit terkekeh dan menantang seraya berkata,"yakin? kalau ada bagian yang ngga masuk akal gimana?"

Agak lucu sebenarnya pertanyaan itu. Teman saya tersebut muslim juga, dan konteks diskusi kami adalah tentang tingkat kredibilitas sebuah kitab sebagai rujukan hukum. Kembali pada pertanyaan di atas, kenapa saya bilang lucu?

Saya hanya merasa aneh. Kalau ada bagian yang tidak masuk akal, bagaimana mungkin kita percaya kalau  buku/kitab tersebut berasal dari Tuhan? buku/kitab yang mengaku suci, yang berarti tidak ada kesalahan di dalamnya, bagaimana mungkin masih dianggap berasal dari Tuhan kalau ada 1 saja bagian yang tidak masuk akal?

Crystal clear bukan? Sangat jelas bahwa sebuah kitab suci harus perfect, tidak ada salah satu bagian pun, namanya juga dari Tuhan. kalau sebuah kitab suci memiliki satu saja bagian yang tidak masuk akal, maka tidak layak disebut kitab suci karena kemungkinannya cuma satu, yaitu buku/kitab tersebut bukan langsung dari Tuhan. Karena Tuhan sempurna, maka perkataan Tuhan pun harus sempurna.

Wednesday, June 19, 2013

# Kepo

Wednesday, June 19, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi No comments
"Penjelasan selalu datang dari orang yang tepat, waktu yang tepat
dari buku - Negeri Di Ujung Tanduk

Rasa ingin tahu itu begitu besar, selalu ingin tahu pada apapun. Tapi tampaknya tidak selalu semua harus diketahui saat itu juga. Ada saat yang tepat, dari orang yang tepat. Mungkin harus dicoba untuk lebih sabar...

Sunday, June 16, 2013

# Proyektor Bermasalah

Sunday, June 16, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , No comments
Sabtu, 15 Juni 2013,



Dalam acara startup meetup yang diadakan TechinAsia di ITB kemarin, ada hal menarik yang saya dapat  tentang masalah yang sering dihadapi bila berurusan dengan proyektor, yaitu sering tidak bisa memunculkan gambar walaupun sudah dicolok ke laptop.

Ternyata, cara untuk menyelesaikannya adalah kita harus samakan resolusi dan frekuensi refresh rate laptop kita dengan yang tertera di proyektor. Karena kemarin proyektornya di gantung di langit-langit ruangan, jadinya agak susah untuk melihat spesifikasi resolusi dan frekuensi. Sehingga dicoba menggunakan laptop lain sampai ada yang bisa, lalu dilihat resolusi dan frekuensinya.

Cara melihat resolusi dan frekuensi refresh rate di laptop adalah klik kanan saat berada di desktop, lalu pilih graphic properties. Selanjutnya samakan nilainya pada laptop yang bermasalah, maka proyektor pun akhirnya bisa memunculkan gambar.

Lumayan jadi pelajaran untuk acara-acar lain yang menggunakan proyektor, karena menurut pengalaman saya selama jadi panitia acara apapun, pasti ada saja masalah bila menggunakan proyektor.

Untuk cerita dalam acara meetupnya sendiri, akan saya ceritakan di postingan lain.


Thursday, June 6, 2013

# Comfort Zone

Thursday, June 06, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi 1 comment

“ Kapal yang selalu di dermaga akan aman, tetapi bukan untuk itu kapal diciptakan.”

# 2 Bisikan

Thursday, June 06, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi No comments
Dalam masa aktualisasi diri ini, ada 2 bisikan mayoritas yang sering terdengar saat mencoba meraih visi. Contohnya adalah seperti berikut:

A : Lakukan aja. Ada resiko itu pasti, tapi ya hadapi aja...
B : Tunggu dulu lah, ini tuh nggak segampang yang kamu bayangin, tanggung jawabnya besar

atau dalam kasus lain

A : Kalau gagal, carilah kekurangan dan perbaiki untuk bangkit
B : Orang yang gagal dalam hal ini sudah banyak, kalau kamu mencoba, kemungkinan berhasilnya kecil sekali

ada juga yang berkata

A : Janji Allah itu nyata, apa kamu ngga percaya janji Allah?
B : Kita yang real-real aja, nanti ke depannya gimana...?

Sebagian besar kalimat bernada A adalah kalimat yang saya dapat hasil dari saya membaca buku ataupun mendengar langsung maupun tidak langsung dari orang-orang sukses. Orang-orang yang telah berhasil melakukan apa yang keluar dari mulutnya maupun dari kepalanya.

Sedangkan kalimat bernada B sering saya dapat dari orang-orang yang tidak atau belum berhasil mewujudkan apa yang dia katakan atau pikirkan.

Dari 2 jenis bisikan di atas, bukannya sudah jelas jalan mana yang harus diambil?


Sunday, June 2, 2013

# Life Must Go On

Sunday, June 02, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi No comments
http://cdn.humorswitch.com/wp-content/uploads/2013/05/ay7gB88_700b.jpg


Pola pikir yang harus sering dilatih, cara pandang tentang hidup, apapun yang terjadi, mau tidak mau kehidupan tetap berjalan. tinggal pilihan kita mau terpuruk atau terus melangkah


Monday, May 27, 2013

# Pengalaman Membuat Sim Langsung Jadi

Monday, May 27, 2013 Posted by Raosan Fikri Lillahi , 2 comments

Tulisan ini dibuat saat kelas 3 SMA tahun 2011
(Diurut berdasarkan kronologis kejadian yang sebenarnya)

Pagi itu. Sesampainya di depan kantor polisi, aku langsung menelpon Pak Ra**m sang polisi yg sempat menawarkan jasa pembuatan SIM dengan menembak. Saat dia mengangkat telponnya, ternyata dia sudah berada di depanku tidak begitu jauh.
  
sumber: http://vehiclegeeks.com/wp-content/uploads/2012/09/lose-drivers-license.png
Kami langsung ngobrol berdua, dia memintaku menyerahkan fotokopi KTP dan akte. Aku serahkan, dan tiba-tiba dia meminta uang 300ribu nya sebagai biaya yang telah dijanjikan. Aku langsung berkata,”Bayarnya belakangan ya pak, tunggu urusannya beres.” Dia langsung menjawab bahwa uang nya harus dibayar saat itu juga, terjadilah perdebatan antara kami berdua tanpa ada penyelesaian. Aku yang ragu-ragu langsung menemui papaku yang menunggu di luar dan melaporkan keadaan ini. Dia langsung turun tangan, datang ke si Pak Ra**m, pak Ra**m terlihat agak takut dan segan saat berbicara dengan papa, papa langsug meminta agar dibayar belakangan, tapi tetap tidak bisa, akhirnya papa ingin bayar saat itu juga tapi dengan syarat pakai kwitansi. 

Ternyata Pak Ra**m tidak mau. Dia berkata bahwa transaksi dilakukan hanya atas dasar kepercayaan. Karena tak muncul juga kata sepakat, akhirnya dia memberikan solusi, dia menganjurkan  untuk mencoba tes dulu, kalau gagal baru dia yang bantu. Akhirnya papa setuju dan menyuruhku untuk mencoba tes dulu. Beginilah kronologis pembuatan SIM nya: 

Pertama, aku masuk ke bagian kesehatan untuk tes, ternyata gampang, tinggal tes buta warna sama tes mata. Bayar 25ribu. 

Kedua, lapor kebagian pendaftaran dengan membawa hasil tes kesehatan, lalu tunggu dipanggil untuk tes tertulis. 

Ketiga, masuk ruangan setelah dipanggil. Tes tertulisnya gampang bangeet ternyata. Aku hanya harus melihat video yang ditayangkan oleh proyektor. Lalu menentukan apakah tindakan pengedara yang ditayangkan video betul atau tidak. Caranya tinggal memencet tombol yang ada di kursi. Bagusnya, kunci jawaban langsung diberi tahu saat itu juga tepat saat setelah semua peserta selesai menjawab  pada nomor soal itu.  Hitung-hitung sekalian pendidikan lalu lintas. Bagus juga sekarang sistem yang dijalankan polisi. Pokoknya kunci untuk lulus tes ini, prinsipnya adalah yang pertama pada persimpangan, bila ada pengendara lain yang jalannya lurus, sedangkan kita akan belok, kita harus mendahulukan yg jalan lurus. Kedua, tidak memotong tanda jalan yang warna putih(yang bukan putus-putus. Kalo yang putus-putus boleh dipotong). Ketiga, sebelum belok di persimpangan, harus berhenti/kurangi kecepatan. Sisanya tinggal nalar yang sangat gampang.  Sampai-sampai aku hanya salah 2 soal dari 30 itu pun karena aku tidak teliti memperhatikan videonya. 
 
sumber: http://v-images2.antarafoto.com/rp_ps_1291800630_re_455x225.jpg
Keempat, setelah selesai  tes teori dan dinyatakan lulus(pasti lulus kok kalo lu manuisa berotak, yang gak lulus paling lagi gak beruntung  karena lagi pusing), aku disuruh keluar ke tempat tes praktek. Yang ini juga lumayan gampang. Paling yang bikin menegangkan cuma yang lintasan angka 8. Soalnya jalannya sempit. Tapi asalkan gak kebablasan nge-gas mah, pasti bisa. 

Kelima,  setelah ini udah bener-bener santai, tinggal bayar-bayar dan registrasi(ngisi-ngisi data). Oia, jangan lupa bawa pulpen biar gak repot. Walaupun disitu ada koperasi yg jual pulpen sih. Trus serahin data-data tersebut ke petugas. 

Keenam, tinggal ngantri  buat foto. Tinggal tunggu dipanggil kok. Habis dipanggil, tanda tangan di kertas, data-data yang tadi telah diisi dikembalikan ke kita, lalu serahin ke petugas foto. Cap sidik jari pake scanner, foto deh. Dan selesailah prosesnya,  tinggal keluar dan pergi ke bagian pengambilan SIM. Tunggu nama dipanggil(gak lama kok), ambil kartu SIM nya, pencet tombol kesan pelanggan, SELESAI. 

Dan Aku udah jadi orang yang boleh ngendarain motor di jalan sesuai  hukum. Yeaaaah.

Nb:
Dalam pengalaman ini, aku mendapat suatu pelajaran dari Allah. Tadinya Allah ngasih 2 pilihan. Mau yang gampang(tanpa usaha) tapi sedikit bayar, atau yang murah tapi pake tes (usaha sendiri) dan itu pun gak dijamin kelulusannya. Tadinya aku pilih yang pilihan pertama. Tapi ternyata gak dikasih jalannya sama Allah. Aku dibuat untuk berusaha sendiri. Dan aku coba. Ternyata hasilnya lebih bagus dari yang pilihan pertama. Kalo yang nembak, bayar mahal dan dapet SIMnya masih nunggu 2 hari. Tapi ternyata, dengan memilih jalan kedua, SIMnya jadi hari itu juga tanpa kendala yang berarti. Inilah jalan yang diberikan Allah padaku, kujalani, dan Allah menunjukkan Kuasa-Nya. 

Sama seperti kasus SNMPTN ku. Aku tadinya memilih masuk ITB dengan beasiswa minat. Caranya lumayan gampang dan tinggal bayar sedikit. Tapi Allah tidak ngasih jalan yang itu juga padaku. Aku dikasih jalan untuk menempuh SNMPTN yang lebih murah tapi dengan usaha sendiri. Allah memang memberi jalan terbaik buat kita. Kita hanya harus melalui jalan yang telah dipilihkan, dan tinggal mengharapkan Kuasa-Nya.  Pasti jalan itulah yang terbaik(maksudnya kalo ikut SNMPTN pasti hasilnya lebih baik daripada ikut yg beasiswa minat. Sama kayak buat sim, hasilnya lebih baik yang usaha sendiri dari pada yang gampang-gampang.