Jika kamu berpikir, maka kamu tau. Jika kamu tau, maka tercipta kondisi dalam hati yg mendorong utk berbuat

Monday, March 30, 2015

# Yang Harus Dilakukan Saat Ditilang

Monday, March 30, 2015 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , , 2 comments


Beberapa waktu lalu, saya sempat ditilang karena ada razia rutin di Jalan Supratman, Bandung. Biasanya saya tidak kena karena saya termasuk yang taat peraturan. Namun kali ini memang sedang sial. Saat diberhentikan, baru sadar ternyata lampu depan motor saya mati karena kemasukan air hujan.

Setelah diminta SIM dan STNK, seperti biasa diberitahukan kesalahannya. Saya sebenarnya agak jengkel juga karena bisa-bisanya lampu depan kemasukan air padahal saat malam harinya masih hidup lampunya. Saya jelaskanlah bahwa ini memang tidak disengaja karena saya juga baru tahu. Biasanya lampu otomatis menyala (motor keluaran baru)

Nah setelah itu dimulailah ritual seperti biasanya

Pak Polisi: Ini karena adek sudah melanggar, harus ditilang. Kalau sidang di pengadilan, bisa 100 ribu lho (begitu katanya). Tapi kalo dibantu, bisa setengahnya aja... pilih yang mana? 
Saya: (Tiba-tiba saya teringat tayanagan 86 di Net TV yang sering saya tonton. Pernah dijelaskan bahwa kita bisa memilih slip biru atau merah. Slip merah bayar maksimal *mungkin ini maksudnya 100 ribu itu. Sedangkan slip biru sesuai putusan pengadilan. Saya pun memberanikan diri untuk mencoba, toh saya pikir kalau pun sidang paling habis berapa, gak sampai 100 ribu) Udah Pak, Sidang aja. 
Pak Polisi: Yakin dek?  Emang adek kerja apa kuliah? 
Saya: Iya Pak, udah sidang aja. Saya kuliah Pak. 
Pak Polisi: Dibantu aja ya dek...  
Saya: Enggak Pak, sidang aja. 
Pak Polisi: Dibantu aja ya... Repot loh ngurusnya. Udah, kamu adanya berapa deh... 
Saya: Nggak apa-apa Pak, Sidang aja. Nih saya gak bawa uang juga (sambil menunjukkan dompet yang kosong, padahal ada dikit di kantong celana, hihi)   

Pak Polisi memandangi saya sebentar, lalu bisik-bisik dengan temannya. Dan secara ajaib SIM dan STNK saya dikembalikan. Dia bilang "Yaudah cepat diganti lampunya. Kali ini dilepasin, nanti kalau kena razia lagi, gak bakal dilepasin ya). Sayapun bergegas pergi sambil berteriak dengan nada nyindir "Nuhun Pak". Sekali lagi, saya ditunjukkan bahwa bila PeDe memegang kebenaran, pasti ditunjukkan Allah jalannya, seperti saat saya membuat SIM dulu.


Well, kepada Net TV, saya jadinya merasa salut, menurut saya tayangan 86 di Net TV mungkin memang dibuat untuk memberi masyarakat keberanian dengan memperlihatkan contoh yang benar.

Orang-orang tua, bahkan orangtua saya pun mengatakan bahwa polisi itu korup dan sebagainya. Tapi mereka tidak sadar bahwa mereka juga lah yang mendukung polisi melakukan itu. kalau banyak orang yang damai di tempat, yang lain pasti ikut. makannya mulai sekarang harus dibersihkan oleh kita sendiri.

Jangan kalah dengan rasa takut, kita punya Allah. Toh kalaupun akhirnya diputuskan sidang, tidak akan begitu rugi kok. Kata teman saya yang sudah pernah, bayarnya cuma 5-10 ribu kok.

Semoga cerita ini bisa menjadi contoh agar orang lain berani melawan aksi-aksi korup. Kalau bukan kita yang memutus rantai setan ini, siapa lagi?



Saturday, March 28, 2015

# Dibalik Masalah

Saturday, March 28, 2015 Posted by Raosan Fikri Lillahi , 1 comment

Benar-benar saya takjub lagi. Allah benar-benar Maha membolak-balikkan hati.

Pasti kita semua pernah mengalami momen saat tertimpa kejadian buruk, memicu emosi, dan ingin meneriakkan semua yang ada di kebun binatang. Lalu beberapa saat selanjutnya, kita malah bersyukur kejadian tersebut telah terjadi. Kita baru sadar disebabkan kejadian mengesalkan itulah kejadian hebat berikutnya terjadi.

Well, mungkin ini kelihatan seperti cocoklogi untuk beberapa orang. Tapi kemungkinan 1:12.000 ini terlalu kecil untuk disebut kebetulan.

Salah satu prinsip saya bila terjadi masalah adalah mengadu ke Allah, karena pikiran logis saya tahu masalah ini pasti kerjaan Allah

Yap benar, Siapa lagi yang menimpakan masalah ke kita kalau bukan Allah? tapi masalahnya kebanyakan orang hanya berhenti sampai situ. Harusnya dilanjut dengan berpikir bahwa Allah pasti punya maksud tertentu. Kita harusnya sadar bahwa tidak mungkin Allah memberi ujian yang tidak bisa kita selesaikan. Curiga lah ke Allah bahwa pasti ada sesuatu yang disembunyikan di belakang masalah kita. Dan kita pasti akan bersyukur saat akhirnya tahu apa yang disembunyikan tersebut.

Ini saya kasih contoh nyata, barusan nonton videonya di sini

Sumber gambar: 1

Tuesday, March 10, 2015

# Konten dan Konteks

Tuesday, March 10, 2015 Posted by Raosan Fikri Lillahi 1 comment
Yap, tidak ada yang namanya kebetulan.

Hari ini adalah apa yang kita pilih kemarin, dan masa depan adalah apa yang kita pilih hari ini. Robert kiyosaki dalam bukunya, Retire Young Retire Rich, mengatakan:

Selalu buka pikiran untuk memperbesar konten dan konteks realita hidup kita.

Konteks adalah esensi, bigplan, atau garis besar. Sedangkan konten adalah isi, cara, atau teknis. Saat ini saya sepertinya dalam keadaan konteks yang sudah cukup besar (walaupun perlu ditambah lagi pastinya) dan sedang mengisi konten. Secara visi dan esensi, hal tersebut sudah dapat saya resapi, dan sekarang sedang memperjuangkan cara dan teknisnya.

Apa yang tidak sanggup kita capai hari ini, sebenarnya kita hanya belum memperbesar konten dan konteks realita kita untuk mendapatkan hal itu. Kurang lebih senada dengan perkataan Allah dalam Al Qur'an surat ArRa'd ayat 11:

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubah nasibnya sendiri.

Allah akan memberi bila kita sudah siap mendapatkannya. Maka dari itu, sambil menunggu mari kita memperbesar konten dan konteks realita kita. Siap?


Sumber gambar: 1