Jika kamu berpikir, maka kamu tau. Jika kamu tau, maka tercipta kondisi dalam hati yg mendorong utk berbuat

Wednesday, March 12, 2014

# Startup di Indonesia

Wednesday, March 12, 2014 Posted by Raosan Fikri Lillahi , , No comments

Pengalaman pertama kali untuk pitching memang seru. Saya mendapat pengalaman yang sangat berharga. Tapi kali ini saya tidak akan bercerita tentang acara pitchingnya, karena sudah ditulis oleh senior saya di sini. Saya ingin bercerita tentang hasil ngobrol-ngobrol dengan senior saya itu, Kak Adam, pasca acara.

Beliau bercerita panjang lebar tentang startup di Indonesia dan bedanya dengan di Amerika. Beberapa saya rangkum sebagai berikut:

Market di Indonesia Belum Siap Menerima Produk IT
Bila kita lihat di Amerika banyak perusahaan startup yang berkembang dengan hanya membuat produk IT lalu mendapat uang dari situ. Misalnya membuat apps. Maka tinggal ditaruh di google play atau apple appstore, maka uang akan mengalir dari pembelian apps tersebut.

Sedangkan kalau di Indonesia, kita lihat saja mana ada orang yang mau membeli apps berbayar di pasar apps online tersebut. Hampir tidak ada. Maka bagaiamana solusinya? bagaiamana startup-startup di Indonesia masih bisa bertahan hidup tanpa mendapatkan pendapatan?

http://vanadam.files.wordpress.com/2013/07/54petroleum-engineering.jpg
Jadi kalau di Indonesia, pendapatan starup sebagian besar masih berasal dari pengerjaan proyek-proyek IT. proyek-proyek permintaan pelanggan yang dikerjakan bila ada pesanan saja. Menurut Kak Adam, Kebanyakan startup di Indonesia masih membagi resourcenya yaitu 50% fokus mengerjakan proyek, 50% fokus mengembangkan produk. atau 70% proyek, 30% untuk produk. Jadi bila mendapat untung dari proyek, maka akan dibagi sesuai persenan tersebut untuk biaya pengembangan produk.

Masyarakat Indonesia Belum Percaya Perusahaan IT
Implikasi dari cerita di atas adalah masyarakat belum mau membeli saham perusahaan IT saat IPO. Adalah hal yang wajar bila suatu perusahaan yang sudah berjalan mulai menjual sahamnya di pasar saham. Lalu apa yang membuat orang mau membeli sahamnya? tentu saja kepercayaan masyarakat pada perusahaan bersangkutan tentang perkiraan laba yang mungkin akan didapat.

http://www.teropongbisnis.com/wp-content/uploads/2013/12/5.Strategi-Investasi-Saham-Jangka-Panjang1.jpg

Misalnya saja perusahaan seperti Cipaganti, walaupun awalnya kesulitan mendapat kepercayaan masyarakat, namun sekarang dengan usaha yang keras, akhirnya orang-orang mau membeli sahamnya karena hasilnya dapat terlihat. Bandingkan dengan perusahaan IT, orang-orang masih belum yakin keuntungan yang bisa didapat oleh perusahaan IT karena tentu saja produknya tidak terlihat. Beda dengan cipaganti yang shuttle, travel, dan taksi nya sudah ada di mana-mana dan dapat dilihat semua orang.

Pendanaan
Ceritanya masih berlanjut ke hal paling penting ini. Bila tidak dapat dana dari saham atau keuntungan penjualan produk, dari mana kah startup-startup ini dapat bertahan hidup? mengingat hasil dari proyek-proyek tidaklah seberapa, hanya cukup untuk biaya operasional. Itupun sudah dibagi dengan persenan operasional untuk bagian pengembangan produk. Karena saya sendiri juga pensaran. Bagaimana kakak-kakak senior saya ini masih bisa membiayai hidupnya, menggaji pegawai-pegawainya, menyewa kantor, dan hal lain yang pastinya membutuhkan dana yang sangat banyak.

http://rumahdot.com/wp-content/uploads/2010/01/funding-your-start-up.jpg

Jawabannya adalah bootstrap. Post tentang jenis-jenis pendanaan ini akan saya lanjutkan di post berikutnya

Bersambung...

0 comments:

Post a Comment