Dalam project akhir kali ini, tim kami membuat sebuah automatic egg incubator, diterjemahkan sebagai inkubator telur otomatis, atau bisa disebut juga pengeram telur cerdas. Apa bedanya dengan inkubator telur biasa? kenapa disebut cerdas? jawabannya akan dijelaskan sebagai berikut.
Pendahuluan
Jadi, kenapa kami membuat meisn ini? jawabannya adalah karena kami ingin menyelesaikan sebuah masalah perteluran yaitu: ayam memiliki 'mood' untuk mengerami telur hanya pada waktu tertentu; jumlah ayam tidak sebanyak jumlah telur untuk dierami, dan inkubator yang ada kebanyakan manual dan merepotkan. Yah intinya kami ingin membuat sesuatu yang berguna untuk tugas akhir kami ini, dan bernilai ekonomis juga alias dapat dijual.
Komponen
Kompoen yang digunakan dalam project ini adalah sebagai berikut:
| Anggota tim pembuat sistem inkubator telur. (http://andyprimawan.tumblr.com/post/85416056468/mahasiswa-sti-itb-ciptakan-inkubator-telur-otomatis) |
Pendahuluan
Jadi, kenapa kami membuat meisn ini? jawabannya adalah karena kami ingin menyelesaikan sebuah masalah perteluran yaitu: ayam memiliki 'mood' untuk mengerami telur hanya pada waktu tertentu; jumlah ayam tidak sebanyak jumlah telur untuk dierami, dan inkubator yang ada kebanyakan manual dan merepotkan. Yah intinya kami ingin membuat sesuatu yang berguna untuk tugas akhir kami ini, dan bernilai ekonomis juga alias dapat dijual.
Komponen
Kompoen yang digunakan dalam project ini adalah sebagai berikut:
- 2 buah Arduino Uno
- Breadboard
- Kabel
- Sensor suhu LM35
- Relay
- LCD
- PIR Sensor (Sensor gerakan)
- Buzzer (alarm)
- Keypad
- Lampu bohlam 5 Wattyang telah dipasang kabel dan steker
- Kipas angin laptop
- Lapotop yang terinstall IDE arduino
- Kabel USB
Rangkaian
Semua komponen di atas kemudian disusun seperti blok diagram dan skema di bawah ini:
Semua komponen di atas kemudian disusun seperti blok diagram dan skema di bawah ini:
| Blok Diagram |
| Skema Rangkaian |
Walaupun kelihatannya agak rumit, namun kalau dikerjakan dengan sabar dan pelan-pelan sebenarnya mudah.





